Minggu, 22 Agustus 2010

SAAT TEDUH TGL 23 – 29 AGUSTUS 2010

Air Hidup
Ayat Firman    : Yohanes 4:1-15
Senin 23 Agustus 2010

Perenungan
Air adalah salah satu kebutuhan pokok bagi setiap mahkluk yang hidup di bumi ini. Sudahlah tentu manusia juga sangat membutuhkan air. Jika sesorang kekurangan air dalam Tubuh jasmaninya, maka orang itu akan lemas, mudah terserang penyakit, bahkan akan mengalami kematian. Seperti perempuan Samaria yang bukan orang percaya, yang dalam hidupnya selalu di warnai dengan kesusahan dan dosa perzinahan. Tanpa di sadari, ia termasuk orang yang haus akan Air Hidup. Hingga pada suatu hari Yesus datang dan memberi ”Air Hidup” kepada perempuan tersebut.
Air Hidup adalah gambaran Roh Kudus yang Tuhan janjikan kepada kita. Kalau tubuh kita bisa lemas karena kekurangan air, maka kehidupan rohani kita pun bisa lemah dan mati jika kita tidak di penuhi dengan Roh Kudus. Roh Kudus sangat berperan aktif dalam seluruh aspek kehidupan rohani kita, Karena Roh Kudus adalah penolong dan penghibur kita, bersama dengan-Nya iman kita akan kuat meski mengalami banyak pencobaan, bahkan Ia akan selalu memberikan damai sejahtera dalam hidup kita. Ketika kita masih bisa mengucap syukur di tengah tekanan hidup yang berat, itu berarti kita memiliki Roh Kudus yang tinggal dalam hidup kita.
Bahkan bukan Cuma itu saja kita pun dapat menjadi saksi-Nya yang hidup, sehingga semua orang dapat melihat Pancaran Air Hidup itu dalam diri kita. Inilah rahasia kemenangan orang percaya.

Diskusi kelompok :
Apa fungsi Air Hidup itu bagi kehidupan rohani kita ?

Refleksi pribadi :
Sudahkah kita di penuhi oleh Air Hidup itu ?

Pertanyaan :
Apa tindakan dari perempuan Samaria itu, ketika telah menerima Air Hidup dari Yesus ?



Kehilangan sesuatu yang berarti
Ayat Firman : Rut 1:1-22
Selasa 24 Agustus 2010

Perenungan
Ketika Israel mengalami kelaparan yang hebat, maka Naomi dan keluarganya memutuskan untuk meninggalkan Bethlehem dan akan menetap di Moab. Namun tragisnya, selang beberapa waktu tinggal di Moab bukan keberuntungan yang ia peroleh, tapi justru kepedihan yang mendalam yang harus ia rasakan. Naomi harus kehilangan orang-orang yang ia cintai, sebab suami dan anak-anaknya mengalami kematian. Allah juga pernah mengalami rasa ”kehilangan” ketika manusia jatuh dalam dosa dan terputusnya persekutuan antara manusia dengan Allah. hati Tuhan menjadi sangat pilu karena DIA akan ”kehilangan”  sebab manusia akan binasa oleh dosa. Kehilangan orang yang sangat kita cintai atau kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup kita, sungguh sangat menyakitkan. Namun kalau kita larut dalam kepedihan dan meratapi itu terus-menerus maka kita bisa kehilangan berkat yang Tuhan sediakan bagi hidup kita. Karena rasa kehilangan membuat kita tidak pernah melangkah untuk maju, sebab kita telah di lumpuhkan oleh kesedihan yang mendalam. Tetapi arahkanlah pandangan kita kepada Allah. sebab ada kalanya Tuhan mengijinkan seseorang mengalami kehilangan sesuatu yang berarti, karena Dia sedang membawa kita pada rencana-Nya yang ajaib.

Diskusi kelompok  :
Pernahkah rasa kehilangan melumpuhkan iman percaya kita pada Tuhan ?

Refleksi pribadi      :
Apa dampaknya dalam hidup ketika kita terus berlarut-larut dalam kesedihan ?

Pertanyaan             :
Apa yang Naomi terima ketika dia tetap mau bangkit dari kesedihan dan terus melangkah maju (Rut 3) ?


Tuhan sebagai Sang bejunan hidup kita
Ayat Firman    : Yeremia 18:1-17
Rabu 25 Agustus 2010

Perenungan
Ketika bangsa Israel melupakan Tuhan dan melakukan kejahatan dan penyembahan berhala, maka datanglah Firman Tuhan kepada nabi Yeremia untuk pergi ke tukang periuk dan menyuruh ia untuk memperhatikan apa yang sedang di kerejakan oleh sang bejunan, ketika tanah yang di bentuk itu menjadi rusak, maka sang bejunan akan mengerjakan kembali menurut apa yang baik bagi pemandangannya. Dalam hal ini Tuhan menggambarkan bangsa Israel sebagai tanah liat yang berada dalam genggaman tangan-Nya, yang sering rusak akibat pemberontakan. tetapi dengan sabar DIA mau membentuk kembali menjadi apa yang baik bagi pemandangan-Nya.
Perbuatan kasih Tuhan bukan hanya berlaku pada bangsa Israel saja melainkan pada kita semua yang telah menjadi milik-Nya. Dia akan terus menerus membentuk hidup kita dalam setiap kesalahan-kesalahan yang membuat hidup ini menjadi hancur, di bentuknyalah kita menjadi pribadi-pribadi yang baik di pemandangan-Nya. Sebab Dia tidak menginginkan kita hanya menjadi sisa-sisa tanah yang terbuang begitu saja, tetapi Dia mau kita menjadi sesuatu yang menarik dan berguna bagi kemuliaan-Nya. Oleh sebab itu berilah hidup kita pada Allah sebagai SANG BEJUNAN yang kreatif, yang mampu membentuk hidup dari kesalahan-kesalahan kita menjadi hidup yang terbaik.

Diskusi kelompok       :
Apa tindakan kita ketika Tuhan mau memproses kita dalam pembentukan iman ?

Refleksi pribadi           :
Sudahkah kita mengalami pembentukkan Tuhan dalam hidup kita ?

Pertanyaan                  :
Apa tindakan Tuhan ketika melihat bangsa Israel berulang kali berbuat kasalahan ?


Arahkan diri ke masa depan  bersama Tuhan
Ayat Firman    : Filipi 3:1-16
Kamis 26 Agustus 2010

Perenungan
Di dalam kehidupan ini pasti ada banyak hal yang selalu kita ingat-ingat ; mungkin pengalaman manis atau pahit. Tetapi ada satu hal yang harus kita ingat dan tidak boleh kita lupakan, yaitu ”Tuhan”. Sebab seringkali manusia begitu gampang untuk melupakan Tuhan, apalagi saat keadaan mereka baik dan menyenangkan. Seperti kata Firman Tuhan ; ”... umatKu melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya ”. Namun sesungguhnya yang harus kita lupakan adalah pengalaman yang pahit, kegagalan dan juga kesalahan-kesalahan di masa yang lalu. Kita dapat belajar dari Rasul Paulus yang memiliki masa lalu yang yang hendak ia lupakan, kalau dulunya ia adalah seorang penganiaya jemaat Tuhan, seorang yang sangat antipati terhadapa orang kristen. Namun sejak bertemu dengan Yesus secara pribadi hidupnya di ubahkan. Alkitab menyatakan : ” jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lalu sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang ”.  Oleh sebab itu sebagai orang percaya kita pun harus melakukan hal yang sama ; yaitu mengunci pintu masa lalu dan tidak mengingatnya lagi. Mari gunakan seluruh kekutan kita untuk melangkah dalam kebenaran Tuhan dan mencapai keberhasilan bersama Tuhan. Jika kita senantiasa mengarahkan tujuan kepada Kristus, maka kita akan mengalami kemuliaan didalam Tuhan.

Diskusi kelompok :
Langkah – langkah  apa yang harus kita ambil untuk kita bisa keluar dari masa lalu ?

Reflksi pribadi            :
Masih adakah masa lalu yang suram yang masih mempengaruhi hidup kita ?

Pertanyaan  :
bagaimanakah pribadi Paulus sesudah meninggalkan masa lalunya dan mengarahkan hidupnya bersama Yesus ?


Berkat Bagi Yang Memilih Jalan Tuhan
Ayat Firman :  Ulangan 28:1-14
Jumat 27 Agustus

Perenungan
Sejak manusia diciptakan, iblis berusaha untuk menipu manusia agar jatuh ke dalam dosa dan kehilangan berkat yang Tuhan sediakan. Hal itu berlangsung terus hingga sekarang. Banyak sekali cara yang dapat digunakan oleh iblis untuk mengecoh kita, yaitu melalui kenikmatan harta yang berlimpah-limpah, kenyamanan atas posisi atau jabatan tertentu.  iblis selalu menawarkan jalan pintas bagi kita untuk memperoleh semuanya itu, tetapi pada akhirnya kita akan terjerat dengan perangkapnya yang membawa kepada maut. Tetapi Tuhan Allah yang kita sembah bukanlah Tuhan yang tidak sanggup membuat kita diberkati dengan segala kelimpahan baik secara rohani maupun jasmani. Tetapi Tuhan kita Yesus Kristus, sanggup memberikan semua berkat sorgawi bagi kita yang setia kepadaNya. Ketika kita senantiasa berpaut kepada Yesus, iblis tidak akan bisa menjerat kita, karena kita ada dalam perlindungan Tuhan. Oleh karena itu, pilihlah jalan Tuhan sehingga kita akan menerima segala berkat kelimpahan yang telah disediakan bagi kita yang setia kepadaNya.

Diskusi kelompok :
Bagaimana cara supaya orang percaya dapt meraih berkat-bekat Tuhan ?

Refleksi pribadi           :
mampukah kita melakukan setiap perintahnya Tuhan ?

Pertanyaan  :
Masih adakah penghalang bagi orang percaya untuk meraih setiap berkat Tuhan ?


Meraih Berkat Melalui Cara Pandang Yang Benar
Ayat Firman    : Lukas 23:33-43
Sabtu 28 Agustus 2010

Perenungan
Yesus disalibkan di tempat yang bernama  Bukit Tengkorak. Dalam bahasa Latin disebut Kalvari, kalau dalam bahasa Aram disebut Golgota. Bersama Yesus ada juga dua orang penjahat yang disalibkan, yaitu disebelah kiri dan di sebelah kanan Yesus.
Salah satu dari dua penjahat yang ikut disalibkan bersama dengan Yesus memperoleh berkat keselamatan. Banyak orang yang beranggapan pada waktu itu bahwa berakhirlah sudah kehidupan Yesus di kayu salib. Yesus diangggap hina, dan tidak punya kuasa lagi. Namun salah satu dari penjahat itu memiliki cara pandang yang benar tentang penyaliban Yesus, sehingga ia memperoleh berkat anugerah keselamatan. Mungkin masalah yang kita alami berbeda dengan seorang penjahat ini, Barangkali kita telah berdoa dan seolah-olah Tuhan tidak mampu menjawab doa-doa kita, Dia tidak dapat menolong kita, Dia tidak dapat mengerti keadaan kita, buktinya keadaan kita belum juga berubah. Cara pandang ini adalah salah. Penjahat itu tidak lagi mengandalkan pikiran manusia berdasarkan apa yang ia lihat sesuai kenyataan saat itu bahwa “Yesus tidak berdaya”. Penjahat itu tidak mau hanya melihat pada kenyataan Yesus yang disalibkan itu, tetapi ia melawan kenyataan itu dengan cara pandang yang benar yaitu melihat dengan hatinya yang beriman bahwa Yesus itu akan menang, yang akan datang sebagai Raja. penjahat itu mau melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata. Sebab itulah ia dengan berani dan percaya, berkata pada Yesus, agar Yesus kelak mengingat dirinya. Kenyataan yang kita hadapi boleh saja jalan yang buntu, sudah tidak ada harapan, atau pintu sudah tertutup, namun kita bisa melawannya dengan memiliki cara pandang benar, yaitu dengan mengandalkan iman. Percaya saja pada kemampuan Allah yang sanggup untuk menolong kita, maka kita pasti menerima berkat dan mujizatNya yang tidak terbatas itu. Tuhan memberkati kita.

Diskusi kelompok :
Apakah kita sudah memiliki cara pandang yang benar dalam menghadapi masalah
hidup ?

Refleksi pribadi :
sanggupkah kita memiliki iman seperti seorang penjahat yang berada di sisi Yesus, ketika mengahadapi masalah yang tersulit ?

Pertanyaan  :
Apa yang di terima oleh  seorang penjahat ketika dia mengambil cara pandang yang benar terhadap Yesus ?



Miliki Perkataan yang Mendatangkan Berkat
Ayat Firman : Amsal 18:1-24
Minggu 29 Agustus 2010

Perenungan
Ketika kita bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, masih banyak hal dalam kehidupan ini yang tidak berkenan di hadandapanNya. Semua hal yang tidak berkenan dalam hidup ini tentunya akan menghalangi kita untuk menerima berkat dari Tuhan. Salah satu hal yang seringkali juga menghalangi berkat kita adalah dari perkataan yang sia-sia. Firman Tuhan mengatakan bahwa apa yang kita ucapkan dapat mengendalikan keseluruhan hidup kita bagaikan sebuah kemudi yang kecil dapat mengendalikan arah dan tujuan sebuah kapal yang besar.
Perkataan yang positif akan memberikan dampak yang positif juga bagi hidup kita, apalagi jika kita memperkatakan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan membentuk kehidupan kita dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak tahu menjadi berhikmat, dari yang tidak punya menjadi punya, dari yang sakit menjadi sehat, dari yang tidak mampu menjadi mampu, dari yang kecil menjadi besar. Oleh sebab itu ucapkanlah hal-hal positif, perkatakanlah Firman Tuhan dan mengucap syukur atas segala hal. Dalam keadaan seburuk apapun, kita harus tetap mengendalikan lidah kita agar tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kutuk atas hidup kita.
Tetap perkatakan Firman Tuhan dalam segala keadaan, maka Dia akan mengambil alih hidup kita dan memberikan jalan keluar atas segala masalah yang kita hadapi. Dan kita akan melihat janji Tuhan digenapi dan berkatNya mengalir dalam kehidupan kita. Sebab didalam perkataan orang percaya mengandung kuasa.

Diskusi kelompok  :
sanggupkah kita memperkatakan Firman dalam situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan?

Refleksi pribadi  :
Sudahkah kita melatih lidah kita untuk memperkatakan hal-hal yang positif saja ?

Pertanyaan  :
Mengapa lidah atau perkataan orang percaya sangat berpengaruh atas kehidupan ?


Ayat hafalan : Mazmur 28:7

SAAT TEDUH TGL 16 – 22 AGUSTUS 2010

Meminta Pendapat Tuhan
Ayat Bacaan Yeremia 42 : 1 – 22
Senin 16 Agustus 2010

Perenungan
Banyak dari kita yang sering meminta pendapat dari orang lain ketika kita sedang bingung. Namun terkadang pendapat manusia bisa salah, tetapi kita akan tetap salah juga ketika sikap ini kita bawa untuk meminta pendapat dari Tuhan. Sama seperti Yohanan, Azarya dan sisa rakyat kerajaan Yehuda yang berencana pergi ke mesir untuk melarikan diri dari tentara Babel. Akan tetapi sebelum berangkat, mereka meminta petunjuk Tuhan tentang rencana ini. Ternyata Tuhan berpendapat lain dan menyuruh mereka untuk tidak pergi. Sulit bagi mereka untuk meminta petunjuk dari Tuhan, yakni agar mereka tetap di Yehuda, sehingga mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan dan tetap pergi ke Mesir. Sehingga pada suatu kali mereka mengalami perkara-perkara yang sukar, yaitu peperangan dan kelaparan. Kita boleh datang kepada Tuhan dengan rencana kita dan meminta pendapat-Nya. Namun, kita harus siap kalau Tuhan menyatakan bahwa rencana tersebut harus di ubah sesuai dengan  kehendak-Nya. memang tidak mudah, sebab kadang rencana-Nya tampak berat. Kadang kita bisa lihat bahwa akan ada pengorbanan yang akan kita tanggung. Mungkin itu berbentuk tidak tercapainya ambisi pribadi. Akan tetapi kalau kita mau yang tebaik , tidak bisa tidak, rencana-NYA itulah yang harus kita ikuti.

Diskusi kelompok :
Setelah membaca Firman pada hari ini perlukah kita bertanya kepada Tuhan dan mau mengikuti kehendak-Nya?

Refleksi pribadi :
Pernahkah kita merasa ragu untuk mengukuti kehendaknya Tuhan ?

Pertanyaan :
Hal apa yang di alami oleh bangsa Yehuda ketika mereka tidak mendengarkan petunjuk dari Tuhan ?


Hikmat Tuhan Melampaui Segalanya
Ayat Bacaan 1Raja-raja 4 : 21 – 34
Selasa 17 Agustus 2010

Perenungan
Hidup dalam hikmatnya Tuhan berarti menjadikan diri kita sebagai orang-orang yang bijaksana dalam banyak hal. Dan dampak dari semua itu adalah ketenteraman selalu tercipta didalam lingkungan dimana kita berada. Sebagaimana hidup dari raja Salomo yang memiliki hikmat yang luar biasa dari Tuhan. Sehingga Alkitab mencatat bahwa hikmatnya melebihi dataran pasir yang luas dan melebihi orang-orang yang lebih berpengalaman dari dirinya sendiri. Dengan hikmat yang dimiliki, dia boleh menciptakan kententeraman, bukan hanya kepada dirinya sendiri, bukan hanya kepada orang yang tinggal bersamanya, tetapi semua orang yang mengenalnya. Oleh sebab itu, betapa pentingnya hikmat itu didalam hidup kita. Sebab hikmat yang kita miliki dari Tuhan bukan saja menyelamatkan diri sendiri, tetapi mententeramkan semua orang yang tingal di sekitar kita, baik itu dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan, bahkan dalam lingkungan sekalipun.

Diskusi kelompok :
Apa yang terjadi dengan orang yang hidup dan berjalan dengan hikmatnya Tuhan ?

Refleksi pribadi :
Sudah adakah hikmat itu dalam hidup kita ?

Pertanyaan :
Apa yang membuat Salomo selalu menciptakan kententeram bagi orang yang ada di sekitarnya ?


Mengampuni
Ayat Bacaan Matius 18 : 21 – 35
Rabu 18 Agustus 2010

Perenungan
Mengampuni orang yang pernah menyakiti kita memang sangat tidak mudah untuk kita lakukan. Namun bukankah kita juga adalah orang-orang yang pernah melakukan perbuatan jahat di hadapan Tuhan ? namun satu hal yang menajubkan adalah ketika kita melakukan kesalahan yang besar maka Allah selalu peduli dan menerima kita kembali saat kita mau bertobat. Dia mengampuni dosa-dosa kita dan memberi kesempatan untuk bertobat, sebab  Dia menghendaki kita pun harus bersikap sama kepada orang lain yang bersalah kepada kita, yakni mengampuni. Mengampuni bukan sekedar mengampuni, namun pengampunan yang seperti Yesus katakan yaitu “tujuh puluh kali tujuh kali”. Artinya pengampunan yang benar-benar murni, pengampunan yang benar-benar dari dasar hati kita. Yakinlah Allah pasti memampukan kita untuk dapat melakukannya karena ini adalah bagian dari kehendak-Nya.

Diskusi kelompok       :
Mengapa sikap mengampuni harus ada pada orang percaya ?

Refleksi pribadi :
Sudahkah kita memiliki sikap mengampuni ?

Pertanyaan      :
Pengampunan yang bagaimana yang di kehendaki oleh Tuhan ?


Hikmat Dalam Suatu Keputusan
Ayat Bacaan  1Raja-raja 3 : 16 : 28
Kamis 19 Agustus 2010

Perenungan
Di setiap lingkungan kita, mungkin banyak kali kita temukan orang-orang yang lebih cerdas, yang lebih kreatif, dan lebih ulet di banding dengan diri kita, tetapi ketika dia di perhadapkan dengan masalah dan kesulitan hidup belum tentu dia mampu  menolong dirinya sendiri, sebab kemungkinan dia tidak memiliki hikmat. Dibandingkan dengan  raja Salomo ketika di perhadapkan dengan masalah yang mungkin sulit bagi orang lain tetapi dengan tenang raja Salomo mengatasi masalah  tersebut, karena dengan jelas Alkitab mengatakan Salomo memiliki hikmat dari Tuhan. Salomo adalah orang yang percaya kepada Tuhan, kita pun adalah orang yang percaya kepada Tuhan. Sumber hikmat Salomo adalah dari Tuhan. Oleh sebab itu, kita perlu meminta kepada Tuhan agar hikmat dari Tuhan selalu menyertai hidup kita. Supaya ketika masalah rumit sekalipun datang, kita bisa tenang, hidup kita aman, dan masalahpun dapat terselesaikan dengan baik. Sebab hikmat yang kita miliki adalah hikmat yang bersumber dari Tuhan.

Diskusi kelompok :
Dimanakah sumber hikmat itu ?

Refleksi pribadi :
Apa yang kita rasakan ketika hikmat Tuhan ada dalam hidup kita ?

Pertanyaan :
Apa yang terjadi dengan orang Israel ketika melihat keputusan raja Salomo ?


Sukacita
Ayat Bacaan Yohanes 15 : 9 – 17
Jumat 20 Agustus 2010

Perenungan
Ketika masalah datang dalam hidup kita, tidak bisa di pungkiri kita akan kehilangan semangat dalam menjalani hidup ini. Tetapi Firman tetap menghendaki supaya kita tetap bersukacita. Didalam Kristus sukacita bersifat kekal, artinya baik dalam suka maupun duka kita harus tetap bersukacita dan bersyukur pada Tuhan. sebab sukacita akan kita nikmati di saat kita percaya bahwa Allah yang kita sembah di dalam Kristus Yesus adalah Allah yang tidak pernah mengecewakan.  sukacita tidak bergantung pada dunia ini, karena sifat dunia tidak pernah menentu dan selalu mengombang ambingkan kehidupan manusia. Oleh sebab itu biarlah kita tetap mau bersukacita didalam Tuhan sebab didalam Dia ada rencana yang indah yang akan kita peroleh, asalkan kita tetap bersungguh-sungguh untuk setia mentaati setiap Firman Tuhan.

Diskusi kelompok  :
Dapatkah kita bersukacita di tengan masalah yang kita hadapi ?

Refleksi pribadi  :
Sudahkah kita memancarkan sukacita yang dapat memberkati orang lain ?

Pertanyaan  :
Mengapa sukacita harus mewanai kehidupan orang percaya ?


Menghadapi Orang Yang Sulit
Ayat Bacaan Amsal 16 : 1 – 10
Sabtu 21 Agustus 2010

Perenungan
Terkadang diri kita selalu berada di tengah lingkungan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan ; bekerja dengan orang yang kasar, melayani dengan orang yang suka menyinggung tetapi mudah sekali untuk tersinggung. Waktu dan tenaga kita habis terkuras hanya untuk meladeni orang-orang yang ”sulit” seperti ini. Namun Tuhan mengijinkan orang-orang yang seperti itu hadir dalam kehidupan kita, tetapi segala sesuatu pasti ada tujuannya. Dari mereka setidaknya dapat belajar tentang kesabaran, kerendahan hati, dan penguasaan diri. Sekaligus kita bisa bercermin, betapa buruknya kalau kita menjadi orang yang seperti itu. Kita di ingatkan untuk tidak menjadi ”orang sulit” bagi orang lain.  Tetapi biarlah kita tetap menjadi orang benar didalam kebanaran Allah. supaya di setiap perbuatan kita dapat di sertai oleh Tuhan dengan kasih setia-Nya.

Diskusi kelompok       :
Apa tujuan Tuhan menghadirkan orang-orang fasik dalam hidup kita ?

Refleksi pribadi  :
Apa sikap kita ketika di perhadapkan dengan orang-orang yang sulit ?

Pertanyaan  :
Apa imbalan dari perbuatan orang fasik ?


Hidup Dalam Kebenaran
Ayat Bacaan Yesaya 32 : 9 – 20
Minggu 22 Agustus 2010

Perenungan
Orang baik belum tentu dia benar, tetapi orang benar sudah pasti ia baik. Oleh sebab itu firmanTuhan hari ini, mengajak, mengingatkan kembali pada kita Agar supaya hidup dalam kebenaran, yang artinya ; sesuai dengan FIRMAN TUHAN. Karna banyak orang di akhir saman ini, hanya bisa mengatakan dirinya orang kristen, tetapi untuk melakukan KEBENARAN sangat susah. Apa keuntungan kita, ketika kita hidup dalam kebenaran, amsal 10:2b; ”bahwa ketika kita hidup benar di hadapan TUHAH, maka ALLAH akan menyelamatkan kita dari maut”. Kita melihat contoh dari Raja Daud, mengapa ia berhasil di segala perjalanannya [1samuel 18;14]. Karena ia melakukan apa yang menjadi perintah ALLAH, ternyata menjadi seorang yang baik itu belum cukup bagi TUHAN, Sebab itu mari kita sebagai pengikut kristus,mulai membenahi hidup, karena kalau kita hidup benar di hadapan TUHAN, maka berkat-berkat jasmani terlebih berkat rohani TUHAN akan berikan pada kita, asal kita hidup menurut kebenaran firman dan melakukannya.

Diskusi kelompok       :
Apa jaminan Allah bagi kita yang hidup dalam kebenaran ?

Refleksi pribadi           :
Sudahkah di hari-hari ini kita hidup dalam kebenaran ?

Pertanyaan                  :
Apakah orang baik sudah tentu hidupnya berkenan kepada Tuhan ?


Jumat, 20 Agustus 2010

MEMPEROLEH BERKAT LUAR BIASA MELALUI PENDERITAAN

Memperoleh Berkat Yang Luar Biasa Melalui Penderitaan

Memperoleh Berkat Yang Luar Biasa Melalui Penderitaan“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Ayub 42:2

Kata-kata di atas keluar dari mulut Ayub setelah dia mengalami penderitaan yang begitu beratnya yaitu anak-anaknya meninggal, istrinya meninggalkan dia, teman-temannya mengucilkan dia dan penyakit kulit yang parah sekali serta kehilangan seluruh harta kekayaannya. Ayub sempat tidak menerima apa yang terjadi atas dirinya, karena dia mengetahui bahwa dia adalah orang yang benar-benar taat dan setia kepada Tuhan (Ayub 1:1).

Tetapi melalui penderitaan ini Tuhan mengajarkan hal yang sangat penting kepada Ayub. Kita akan melihat apa yang Ayub dapatkan melalui penderitaan yang dia alami:
1. Mengenal Tuhan secara pribadi

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5
*courtesy of PelitaHidup.com
Ayub mengakui bahwa selama ini dia belum sepenuhnya mengenal Tuhan secara pribadi. Penderitaan yang dia alami membuat matanya terbuka dan melihat kebesaran kuasa Tuhan.

Penderitaan seberat apapun yang kita alami sekarang juga merupakan seijin Tuhan supaya kita dapat mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Mungkin kita telah jauh daripada Tuhan sehingga Tuhan mengijinkan masalah datang agar kita dapat berseru kepada namaNya dan mendekatkan diri kita kepada Dia.

Ataupun kalau kita merasa sudah dekat dengan Dia, Tuhan ingin agar kita lebih lagi memperdalam hubungan kita dengan Dia. Tuhan ingin membawa kita kepada tingkat berikutnya dalam kehidupan rohani kita.
Melalui penderitaan inilah iman kita diuji. Dan ketika kita dapat melalui ujian ini, maka Tuhan akan menyediakan upah bagi kita.

2. Mengetahui rencana Tuhan tidak ada yang gagal

“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Ayub 42:2

Masalah yang begitu berat yang dialami oleh Ayub tidak menghentikan rencana Tuhan atas dirinya, yaitu mencurahkan berkat atas dirinya dan menjadikan dirinya kesaksian kepada semua orang.
Apa yang telah Tuhan firmankan bagi kita tidak akan keluar dengan sia-sia, tetapi Tuhan akan menggenapi rencanaNya bagi hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. ” Yesaya 55:11

Penderitaan akan membuat iman kita semakin kuat sehingga kita dapat melihat bahwa tidak ada rencanaNya yang gagal. Kita akan melihat bahwa semua masalah maupun pencobaan yang kita alami merupakan jalan menuju tingkat yang lebih tinggi lagi dalam hubungan kita bersama Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sama dengan Ayub yang diberkati Tuhan dua kali lebih dari harta kekayaannya sebelumnya, demikian juga Tuhan akan memberikan kita jalan keluar dan memberkati kita semua dengan berlimpah-limpah. Tidak hanya secara materi, tetapi berkat rohani yang belum pernah kita lihat sebelumnya akan kita dapatkan oleh karena FirmanNya ya dan amin.

Mengenal Tuhan secara pribadi dan mengetahui dengan pasti bahwa rencana Tuhan yang tidak pernah gagal merupakan pengalaman yang bisa kita peroleh melalui penderitaan yan gkita alami. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi hidup kita. Inilah berkat yang luar biasa yang akan kita peroleh.

Tetap percaya kepadaNya apapun yang sedang kita alami saat ini. Kuasa Tuhan terlalu besar dan tidak ada sesuatupun yang mustahil di muka bumi ini. Tetap pegang kepada FirmanNya dan berserah kepadaNya, maka Dia akan memberikan kita kekuatan dan memulihkan keadaan kita pada waktuNya. Haleluya!

Jumat, 13 Agustus 2010

Indah pada waktuNya ..................................................... Menjadi Gereja Yang Kuat Dan Bertumbuh

Saat ini jika sebuah pertanyaan diajukan kepada anda: apakah anda menganggap Tuhan sudah bersikap adil pada anda, apa yang menjadi jawabannya? Puji Tuhan jika anda menjawab ya. Tapi ada banyak orang yang menganggap belum, kurang atau bahkan tidak. Seringkali orang berdoa meminta sesuatu, namun ketika doanya belum dikabulkan, atau tidak dikabulkan, mereka akan merasa sangat kecewa dan menganggap Tuhan ingkar janji, pilih kasih dan tidak adil. Seorang teman pernah dengan kecewa mengatakan bahwa apa yang dijanjikan Yesus dalam Matius 7:7-8 hanyalah sesuatu yang hanya berlaku bagi orang tertentu, pastinya bukan dia. Benarkah demikian? Saya yakin sekali tidak demikian. Perasaan seperti itu bisa muncul apabila kita memandang firman Tuhan hanya secara sepihak dari kacamata manusia semata. Ketidaksabaran dan pengertian yang sangat dangkal akan janji Tuhan bisa membuat kita dengan cepat merasa dikecewakan.


Ayat hari ini berbicara mengenai hal yang sangat penting untuk kita perhatikan. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkotbah 3:11). Ini sebuah pesan dari Tuhan agar kita tetap sadar dan tidak mencoba merasionalisasikan rencana Tuhan hanya secara sepihak lewat kacamata kita. Tidak tepat apabila kita "memerintah" Tuhan untuk memberikan segala yang kita inginkan, yang menurut kita terbaik bagi kita. Padahal Tuhan jelas Maha Tahu, dan Dia berjanji untuk memberikan segala yang terbaik kepada kita anak-anakNya. Artinya, Tuhan pasti jauh lebih tahu mana yang terbaik buat kita masing-masing. Apa yang menurut kita terbaik, belum tentu terbaik. Tapi Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita. Itu pasti.

Mari kita lihat secara lengkap apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Matius di atas. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8). Jika kita hanya membaca ayat ini saja, maka kita akan mendapatkan pemahaman yang keliru mengenai janji Tuhan. Ya, benar bahwa Yesus mengatakan bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Tapi jika kita lanjutkan kepada ayat-ayat berikutnya, kita akan melihat pengertian yang lebih jelas mengenai hal pengabulan doa. "Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,atau memberi ular, jika ia meminta ikan?" (ay 9-10). Mungkinkah kita memberikan sesuatu yang membahayakan dan mematikan kepada anak-anak kita sendiri? Mungkinkah kita mau mencelakakan mereka? Sebagai orang tua yang baik, kita tidak mungkin memenuhi semua permintaan mereka. Saya ambil sebuah contoh. Jika mereka minta permen terus menerus, apa yang anda lakukan sebagai orang tua yang baik? Anda berikan setiap mereka minta, atau anda harus tahu kapan harus menolak? Tentu anda harus tahu kapan anda harus memberi, dan kapan anda harus menolak. Itu namanya orang tua yang baik. Menuruti mereka sepenuhnya sama artinya dengan menjerumuskan atau merugikan masa depan mereka! Anak-anak akan terus meminta permen karena mereka suka dengan rasanya yang manis, atau warna-warni menarik. Menurut mereka itu yang terbaik bagi mereka, padahal tidak demikian. Sebagai orang tua, tentu kita akan jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi mereka. Jika orang tua saja tahu, apalagi Tuhan, Sang Pencipta yang sangat mengasihi kita. Dan itulah yang dikatakan Yesus dalam ayat selanjutnya. "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (ay 11).

Jika kita hubungkan dengan ayat bacaan hari ini, maka kita akan melihat gambaran keseluruhan dengan jelas. Tuhan selalu menyediakan segala sesuatu yang indah pada waktunya. Dia menyediakan segala yang terbaik bagi kita, bahkan yang tidak kita tahu sekalipun. Kemampuan manusia terbatas untuk menyadari apa yang terbaik bagi diri kita di masa depan, namun percayalah pada Tuhan, karena Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, dan telah menyediakannya. Tuhan selalu siap memberikan jawaban yang tepat sesuai waktuNya, dan itulah yang terbaik. Bahkan ketika Tuhan tidak memberikan apa yang anda minta, itupun hanya untuk kebaikan kita sendiri juga. Bapa adalah Allah yang Maha Tahu. Jika orang tua kita pun tahu memberikan yang terbaik bagi kita, apalagi Bapa di surga. Kita dipersilahkan meminta pada Tuhan dalam doa-doa kita, tapi jangan memaksakan kehendak. Ingat bahwa Yesus sendiri mengajarkan demikian: "...tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42). Serahkan sepenuhnya pada Tuhan. He will give you nothing but the best.

Percayakan semua pada Tuhan Yang Maha Tahu, Dia telah menyediakan segala sesuatu indah pada waktunya